Catatan Kaki (Footnote) dalam Karya Ilmiah

Image unavailable!

Footnote merupakan catatan yang menyebutkan sumber dari suatu kutipan. Footnote atau catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

Fungsi Catatan Kaki (Footnote)

Beberapa fungsi catatan kaki (footnote) adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menunjukkan atau menguatkan evidensi (pembuktian) semua pernyataan dan keterangan tentang sesuatu yang harus dikuatkan penjelasannya. Keterangan pada footnote adalah menunjukkan tempat dimana evidensi tersebut didapatkan.
  2. Untuk menunjukkan adanya peminjaman atau pengambilan dari bahan yang digunakan. (Untuk fakta-fakta yang bersifat umum tidak perlu diberi footnote).
  3. Untuk memperluas diskusi suatu masalah tertentu di luar konteks dan teks.
  4. Untuk memberi keterangan atau petunjuk. Misalnya untuk menunjukkan bahan dalam lampiran, atau persoalan-persoalan yang sudah di bahas dalam halaman, sub-bab, atau bab dalam karya ilmiah yang bersangkutan.

Unsur-unsur Catatan Kaki (Footnote)

Catatan kaki (footnote) terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Nama penulis/pengarang, penterjemah, dan editor ditulis lengkap tanpa gelar kesarjanaan. Untuk penulis yang bukan penulis asli tetap dicantumkan seperti penulis asli, dengan tambahan keterangan di belakang nama tersebut, seperti penyusun, penyadur, penterjemah, dan editor.
  2. Judul buku/tulisan ditulis selengkap-lengkapnya, huruf pertama judul dengan besar kecuali kata sambung dan kata depan.
  3. Tahun penerbitan, tahun berapa sumber kutipan atau referensi diterbitkan atau dipublikasikan.
  4. Nomor halaman, dalam footnote - nomor halaman disingkat “hal” kemudian diikuti dengan nomor halaman yang dikutip dengan sela satu ketukan.

Ketentuan Kutipada pada Catatan Kaki (Footnote)

Ketentuan penulisan sumber pustaka diwujudkan dalam bentuk kutipan dan catatan kaki (footnote) adalah sebagi berikut:

  1. Setiap kutipan baik kutipan langsung maupun kutipan yang tidak langsung harus diberi nomor pada akhir kutipan dengan angka arab yang diketik setengah spasi di atas garis ketikan teks naskah. Nomor kutipan harus berurut sampai akhir bab. Kutipan atas pendapat yang bersumber pada tulisan orang lain yang dirujuk dalam naskah essay harus disebutkan sumbernya dengan menggunakan catatan kaki (footnote). Catatan kaki ini menunjukkan dan menginformasikan sumber kutipan. Catatan kaki dapat digunakan pula untuk memberikan komentar mengenai sesuatu yang dikemukakan di dalam teks.
  2. Penulisan catatan kaki dilakukan dengan mencantumkan nama, tahun terbit, judul buku, nama penerbit, kota, dan halamannya. Jika nama pengarang terdiri dari 2 (dua) orang, maka keduanya harus dicantumkan dalam catatan kaki. Jika nama pengarang terdiri dari 3 (tiga) orang atau lebih, maka cukup nama akhir dari pengarang pertama yang ditulis dan di belakangnya ditulis "et all" (artinya dengan orang lain) bagi tulisan dan penulis dari luar Indonesia atau menggunakan "dkk." (dan kawan-kawan) jika tulisan atau penulis dari Indonesia, tetapi dalam daftar pustaka harus dicantumkan semua nama pengarangnya. Judul buku dalam catatan kaki harus diketik dengan cetak miring. Penulisan halaman disingkat dengan "hlm".
  3. Penulisan catatan kaki dapat dilakukan pula dengan menggunakan singkatan ibid, op. cit., dan loc. cit.
    • Ibid merupakan singkatan dari ibidem yang artinya dalam halaman yang sama. Ibid digunakan dalam catatan kaki apabila kutipan diambil dari sumber yang sama dan belum disela oleh sumber lain.
    • Op.cit. merupakan singkatan dari opera citato yang artinya dalam keterangan yang telah disebut. Op.cit digunakan dalam catatan kaki untuk menunjuk kepada sumber yang sudah disebut sebelumnya secara lengkap, tetapi telah disela dengan sumber lain dan halamannya berbeda.
    • Loc.cit. merupakan singkatan dari loco citato yang artinya pada tempat yang sama telah disebut. Loc.cit. digunakan dalam catatan kaki apabila hendak menunjukkan kepada halaman yang sama dari sumber yang sama yang sudah disebut terakhir, tetapi telah disela oleh sumber lain.
  4. Penggunaan ibid tidak perlu menuliskan nama pengarangnya karena penggunaan ibid tersebut hanya dilakukan ketika sumber yang telah dikutip belum disela dengan sumber lainnya. Sebaliknya, penggunaan op.cit. dan loc.cit. tetap harus menuliskan nama pengarangnya yang diikuti dengan tulisan op.cit. atau loc.cit.

Contoh Penulisan Catatan Kaki (Footnote)

Berikut ini berbagai contoh penulisan catatan kaki (footnote) yang berasal dari berbagai bentuk sumber kutipan:

Sumber Buku
1 Budi Martono, Penyusutan dan Pengamanan Arsip Vital dalam manajemen Kearsipan (Jakarta: Pustaka sinar Harapan, 1994), hlm. 16.
Sumber artikel dalam terbitan berkala (majalah ilmiah, jurnal)
1 Gemala Rabi’ah Hatta, "Rekam Medis dan Kesehatan (Medical Records) dalam Kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional", dalam Berita Arsip Nasional, No. 26, Juni 1988 (Jakarta: ANRI, 1988), hlm. 8.
Sumber artikel dalam sebuah buku (kumpulan karangan)
1 David Roberts, "Managing Records in Special Formats", dalam Judith Ellis (ed.), Keeping Archives (Victoria: D.W. Thorpe, 1993), hlm. 387.
Sumber Makalah Seminar
1 Machmoed Effendhie, "Arsip Sebagai Sumber Informasi dalam Pengambilan Keputusan", Makalah seminar Apresiasi Kearsipan Pejabat Eselon III dan IV Kabupaten Sleman, 11 September 2001, hlm. 14.
Sumber Terbitan Pemerintah
1 Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip, pasal 6.
Sumber Terbitan Organisasi
1 Developing and Oprating a Records retention Programme, ARMA, 1986, hlm. 52.
Sumber Lisan
1 Wawancara dengan Mudjono NA, tanggal 13 Oktober 2003 di Kantor Kepatihan Yogyakarta.
Sumber Karya Ilmiah Tidak diterbitkan (LTA, Skripsi, Tesis, Disertasi, dll.)
1 Erna Handayani dkk., "Perubahan Pengelolaan Arsip Aktif dari Sentralisasi ke desentralisasi di P.T. Sari Husada", LTA D-III Kearsipan Fakultas Ilmu Budaya, UGM, 2000, hlm. 28.

Singkatan-singkatan Penting dalam Catatan Kaki (Footnote)

Baca juga Artikel, Makalah, dan Laporan Penelitian

Dalam penulisan catatan kaki (footnote) biasanya terdapat istilah-istilah yang disingkat guna efisiensi penulisan istilah. Berikut ini istilah penting yang biasa di singkat di dalam penulisan catatan kaki (footnote):

Tunggu update selanjutnya...

SUMBER REFERENSI: Team Dosen STMIK AMIKOM Yogyakarta, Pedoman Penyusunan Proposal dan Laporan Skripsi Jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi STMIK Amikom Yogyakarta, Vol.5, 2013. | Pengumuman Lomba Essay Mahasiswa Hukum Sekolah Vokasi UGM, 2012. | Nurlaila Alfatihah, Ahmad Abady Darban (ed.), Footnote (Catatan Kaki), Elisa UGM, 2009. | Wikipedia, Catatan Kaki, (available online) http://id.wikipedia.org/wiki/Catatan_kaki, January 11, 2014.

"Tidak semua yang diuraikan dalam teks perlu diberi catatan kaki kecuali kutipan yang betul-betul penting..."

Mengaktifkan Notifikasi Aktivitas Group di Facebook

Image currently unavailable!

Banyak yang menyampaikan komentar, kenapa setiap ada yang posting di group Facebook tidak ada notifikasi yang muncul? Sehingga banyak member group yang ketinggalan informasi. Hal ini bukan merupakan kesalahan (error) pada Facebook, melainkan lebih pada pengaturan notifikasi pada menu setting privacy yang dimiliki setiap akun pengguna atau member sebuah group. Dalam pembahasan kali ini, kami mencoba mengambil contoh studi kasus pada group Yhony's Classroom di Facebook.

Untuk dapat mengaktifkan kembali notifikasi aktivitas sebuah group di Facebook, misalnya group Yhony's Classroom dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Klik icon edit account yang ada pada pojok kanan atas facebook menu bar Anda. Kemudian pilih menu Privacy Setting dan akan muncul halaman pengaturan privacy Facebook Anda.
  2. Image currently unavailable!
  3. Pada halaman pengaturan privacy pilih menu Notification, maka akan muncul list pengaturan notifikasi akun Anda.
  4. Image currently unavailable!
  5. Pada list bagian kanan, pilih Group Activity dan klik edit di samping paling kanan. Akan muncul daftar seluruh group Facebook yang Anda ikuti.
  6. Image currently unavailable!
  7. Pilih group yang akan Anda aktifkan notifikasinya. Misal, Yhony's Classroom.
  8. Image currently unavailable!
  9. Klik dropdown list menu di sebelah kanan nama group, dan pilih All Post. Artinya, setiap ada yang posting di group tersebut maka Anda akan otomatis mendapatkan notifikasi pada menu notifikasi Anda di Facebook.
  10. Image currently unavailable!
  11. Save dan Close. Maka dengan cara ini pengaturan Anda telah tersimpan, dan tunggu notifikasi group yang akan muncul ketika ada aktivitas pada group yang dimaksud.

Demikian langkah-langkah untuk memunculkan kembali notifikasi group Facebook yang hilang atau tidak aktif. Semoga dapat membantu rekan-rekan sekalian yang mengalami hal yang serupa atau yang membutuhkan.

Disclaimer: Setiap langkah tutorial yang disajikan sudah diuji oleh penulis. Jika terjadi hal yang tidak sesuai keinginan, maka kami tidak bertanggungjawab terhadapnya. Segala resiko ditanggung pelaksana tutorial. Demikian untuk dijadikan perhatian dan peringatan. Terima kasih.

"Try it with your own risk..."

Delapan Ciri Perusahaan yang Unggul 2

Image currently unavailable!

Perusahaan unggul..? Tentunya ada beberapa karakteristik yang perlu diketahui sebagai identifikasi bahwa sebuah perusahaan merupakan organisasi yang unggul. Pada kesempatan yang lalu telah dibahas empat dari delapan ciri perusahaan yang unggul, dan pada kesempatan ini dilanjutkan ke-empat ciri yang lainnya.

HANDS ON, VALUE DRIVEN. Tidak mengabaikan arti penting tujuan jangka panjang, bahkan menonjolkan hal yang bersifat kerohanian (transendental). Karyawan diyakinkan bahwa mereka tidak hanya bekerja untuk uang, melainkan juga untuk mencapai cita-cita yang luhur (superordinate goals). Transendental secara ruitin dilakukan dalam perusahaan.

STICK TO THE KNITTING. Tidak tergesa-gesa dalam melakukan diversifikasi. Banyak belajar dari pengalaman. Memiliki bisnis inti (core business) yang jelas, tidak tergoda masuk ke bisnis yang tidak dikuasai dengan benar.

SIMPLE FORM, LEAN STAFF. Struktur organisasi sederhana, jumlah staff ramping. Menyadari bahwa perusahaan besar biasanya kurang cepat (kurang adaptif), karena cenderung memiliki hierarki yang panjang, formalisasi, proses prosedural yang berlebihan. Organisasi sederhana dan jumlah staff yang ramping, penting agar tetap lincah dan cepat memutuskan.

SIMULTANEOUS LOOSE, TIGHT PROPERTIES. Menjalankan konsep manajemen yang sepintas bertentangan (red: dengan kebiasaan pada umumnya). Mampu menyeimbangkan prinsip sentralisasi dan desentralisasi dengan baik.

Referensi: Peters, T. and R.J. Waterman Jr., In Search of Excellence. New York: Harper and Row, 1982. | Supratikno, Hendrawan, dkk. Advanced Strategic Management. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005.

"Organisasi sederhana dan jumlah staff yang ramping, penting agar perusahaan tetap lincah dan cepat mengambil keputusan."

Metode Penelitian Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

Image currently unavailable!

Metode penelitian merupakan segala metode/teknik yang digunakan untuk melakukan penelitian. [1] Atau dapat juga diartikan tindakan dan instrumen yang digunakan di dalam memilih dan merancang teknik dalam penelitian. [2]

Sistem Informasi adalah suatu sistem yang berkenaan dengan perencanaan, pengembangan, manajemen, dan penggunaan perangkat teknologi informasi untuk membantu manusia dalam hal pengelolaan dan pemrosesan data dan informasi. Teknologi Informasi adalah teknologi yang berhubungan dengan seluruh perangkat berbasis komputer yang digunakan manusia untuk mengolah informasi dan mendukung kebutuhan pemrosesan informasi di dalam organisasi. [3]

Penelitian di bidang Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SITI) sedikit berbeda dengan penelitian di bidang lain, sehingga metode penelitian yang digunakan pun juga berbeda. Metode penelitian dalam bidang SITI dibedakan menjadi dua kategori, yaitu Perancangan dan Evaluasi. Kategori ini biasanya banyak digunakan dalam penelitian Mahasiswa tingkat akhir pada bidang studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika. Dari dua kategori tersebut masing-masing memiliki klasifikasi pengembangan penelitian yang berbeda.

PERANCANGAN, klasifikasi yang pertama akan membahas Komponen-komponen Sistem (Data Warehouse, Database, Pemilihan warna menu, dsb.), kedua akan membahas Aplikasi yang terdiri atas Program Komputer (Mobile, Desktop, Cloud) dan Aspek Sosial (Struktur Organisasi, Perancangan Strategi, Pembuatan Keputusan).

Image currently unavailable!

EVALUASI dapat diklasifikasikan dalam berbagai pengukuran, yaitu pengukuran tingkat Kesiapan (User, Operator, Manusia), Tingkat Penerimaan User, tingkat Kepuasan, dan tingkat Kesuksesan implementasi SITI dalam sebuah organisasi.

Metode penelitian secara umum dibagi menjadi tiga segmen, yaitu:

  • Bahan Penelitian: berisi bahan-bahan yang digunakan di dalam penelitian (Contoh: hasil kuesioner, aturan-aturan bisnis)
  • Alat Penelitian: berupa piranti yang digunakan untuk melakukan penelitian (misalnya: hardware dan software
  • Jalan Penelitian: menerangkan rangkaian aktivitas yang dilakukan di dalam melaksanakan penelitian.

Berbagai diagram dapat digunakan, dapat berupa model yang akan digunakan di dalam penelitian. [1]

Referensi: [1] Abdul Kadir, Materi Perkuliahan: Metodologi Penelitian, Program CIO, MTI UGM, 2013. [2] C.R. Khotari, Research Methodology: Methods and Techniques, Ed.Rev.2, New Age International Publishers, 2004. [3] R. Kelly Rainer Jr. dan Efraim Turban, Introduction to Information Systems: Enabling and Transforming Business. Ed.2, New Jersey: John Wiley & Son. 2009.

It is necessary for the researcher to know not only the research methods/techniques but also the methodology. -Khotari, 2004

Delapan Ciri Perusahaan yang Unggul 1

Image currently unavailable!

Perusahaan unggul..? Tentunya ada beberapa karakteristik yang perlu diketahui sebagai identifikasi bahwa sebuah perusahaan merupakan organisasi yang unggul. Pada kesempatan pertama ini akan diulan empat ciri yang pertama, selanjutnya akan dibahas pada kesempatan yang lain.

A BIAS FOR ACTION. Perusahaan lebih berkiblat pada aksi, tidak hanya berkutat dengan rencana. Prinsipnya – try it, do it, and fix it. Lebih menghargai tindakan nyata daripada ambisi yang abstrak. Tidak menyukai – no action, talk only.

CLOSE TO THE CUSTOMER. Memahami dengan baik apa yang diinginkan konsumennya. Konsumen adalah segala-galanya. Memahami harapan konsumen dengan cara:

  • Mendirikan Dewan Konsumen
  • Layanan Konsumen 24 Jam
  • Melakukan riset konsumen, dan sejenisnya.
Kepuasan konsumen terjadi apabila yang diberikan perusahaan minimal sama dengan harapan konsumen.

AUTONOMY AND ENTREPRENEURSHIP. Menghargai sikap karyawan yang berani untuk mandiri, pandangan yang original, berani mengambil resiko, dan sejenisnya. Tidak menyukai kultur – as long as the Boss like (asal bapak senang).

PRODUCTIVITY THROUGH PEOPLE. Manusia merupakan aset terpenting perusahaan melebihi mesin maupun bangunan. Karyawan dianggap aktor dewasa, bisa dipercaya, dan memiliki kreativitas yang unik. Komitmen bahwa karyawan adalah aset terpenting – dibuktikan dengan anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pelatihan karyawan.

Bersambung...

Referensi: Peters, T. and R.J. Waterman Jr., In Search of Excellence. New York: Harper and Row, 1982. | Supratikno, Hendrawan, dkk. Advanced Strategic Management. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005.

"Sangat penting memahami harapan konsumen dan menghargai sikap karyawan..."

Ujian Nasional 2013 dan Barcode System

Image currently unavailable!

Sebentar lagi akan dilaksanakan Ujian Nasional 2013 di Tingkat SMA / MA / SMK / Paket-C serentak di seluruh Indonesia. Tetapi pelaksanaan teknis Ujian Nasional kali ini ada sedikit perbedaan dibanding dengan Ujian-ujian sebelumnya. Tetapi secara esensi tetap Ujian Nasional digunakan sbagai indikator kelulusan seorang siswa.

Beberapa perbedaan dalam pelaksanaan Ujian Nasional kali ini antara lain: Terdapat 20 paket soal yang berbeda, sehingga dimungkinkan dalam satu ruangan (max 20 peserta) mendapatkan soal yang sama sekali tidak sama. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muh. Nuh menyatakan "Variasi soal pada UN kali ini terdiri dari 20 macam. Tujuannya, agar siswa dapat lebih berkonsentrasi mengerjakan soal. Jadi kalau beda, ngapain menoleh-menoleh kan?".

Selain paket soal yang berbeda, Ujian Nasional kali ini juga memanfaatkan teknik pengidentifikasian paket soal menggunakan teknologi barcode termasuk juga Quick Response (QR) Code yang disematkan dalam paket soal. "Untuk pengamanannnya kita menggunakan barcode. Sehingga ketika ingin memastikan apabila ada kebocoran itu bagaimana. Kalau memang ada bocoran jawaban, saya tanya mana soalnya?" ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebenarnya apa yang dimaksud barcode itu?

Barcode adalah informasi terbacakan mesin (machine readable) dalam format visual yang tercetak. Barcode dibaca dengan menggunakan sebuah alat baca barcode atau lebih dikenal dengan Barcode Scanner. Seiring semakin bertambahnya penggunaan barcode, kini barcode tidak hanya bisa mewakili karakter angka saja tapi sudah meliputi seluruh kode ASCII. Kebutuhan akan kombinasi kode yang lebih rumit itulah yang kemudian melahirkan inovasi baru berupa kode matriks dua dimensi (2D barcodes) yang berupa kombinasi kode matriks bujur sangkar. 2D Barcode ini diantaranya adalah PDF Code, QRCode, Matrix Code dan lain-lain. Dengan menggunakan 2D code karakter yang bisa kita masukkan ke Barcode bisa semakin banyak, dengan 1D Barcode biasanya kita hanya memasukkan kode 5-20 digit tetapi dengan 2D Barcode kita bisa memasukkan sampai ratusan digit kode.

Image currently unavailable!

Penggunaan Barcode sangat dirasakan manfaatnya mulai dari kebutuhan Retail, Industri, Farmasi, Bidang Kesehatan, dan bahkan di instasi pemerintahan, serta kali ini Ujian Nasional pun mulai menggunakan Barcode System yang tidak dapat dipungkiri telah menghabiskan nilai investasi yang lebih besar dari pelaksanaan Ujian Nasional sebelumnya. Apakah hal ini akan berdampak positif dalam perkembangan pelaksanaan Ujian Nasional di Indonesia? Kita ikuti saja perkembangannya, sejauh mana dampak pemanfaatan barcode ini dalam menunjang kesuksesan Ujian Nasional 2013 nanti.

"Mari kita bersama sukseskan Ujian Nasional 2013"